Kamis, 04 Mei 2017

form rencana skripsi

RENCANA SKRIPSIText Box: Tanda tangan
Nama
: FATONI AKMAL
NIM
: 01213112


                 TUJUAN DAN FENOMENA (nb. bukan tujuan peneltian)

Untuk meningkatkan kinerja karyawan diperlukan dukungan kompensasi yang memadai salah satunya dengan pemberian insentif. karena insentif merupakan salah satu strategi yang diterapkan perusahaan agar dapat memberikan dampak rangsangan finansial maupun non finansial kepada sumber daya manusia didalam perusahaan tersebut. Pemberian insentif juga harus disesuaikan agar karyawan dapat bekerja secara optimal, juga diperlukan pula semangat kerja yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan semangat dan gairah kerja sehingga pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan. Berdasarkan faktor tersebut maka insentif perlu dikaji apakah berpengaruh terhadap semangat kerja dan kinerja karyawan.

TINJAUAN TEORI

TINJAUAN EMPIRIS
1.
Menurut Hasibuan (1999:133) mendefinisikan upah insentif sebagai balas jasa yang diberikan kepada pegwai tertentu, yang prestasinya di atas prestasi standart.
1.
The Role of the Incentives and Reward System in
Enhancing Employee's Performance
“A Case of Jordanian Travel and Tourism Institutions"
Dr. Ashraf Mohammad Alfandi
Near Nuaima Bridge / Irbid National University / Department of Tourism and Hotel Management
(Jordan, Irbid)
Email: aalzu3by@yahoo.com

Dr. Mohammad Shabieb Alkahsawneh
Near Nuaima Bridge Irbid / National University / Department of Tourism and Hotel Management
(Jordan, Irbid)
Email: ashrafeltehe2004@yahoo.de
2.
Ranupandojo dan Husnan (2002:164) menjelaskan agar insentif bisa berhasil, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a). Pembayarannya hendaknya sederhana agar dapat dimengerti dan dihitung oleh karyawan sendiri
b). Penghasilan yang diterima buruh hendaknya langsung menaikkan output dan efisiensi
c). Pembayaran hendaknya dilakukan secepat mungkin
d). Standar kerja hendaknya ditentukan dengan hati-hati, standar kerja yang tinggi ataupun terlalu rendah sama tidak baiknya.
e). Besarnya upah normal dengan standar kerja per jam hendaknya cukup merangsang pekerja untuk bekerja lebih giat.

2.
The Impact of Financial Incentives on Employees
Commitment
Saba Saleem
Department of Management Sciences, The Islamia University of Bahawalpur
3.
Menurut Dessler Gary (2009:101) jenis rencana insentif adalah:
1)     1. Piecework
2)      2.Tunjangan
3)     3. Penghargaan

3.
A STUDY ON EMPLOYEE MORALE AND ITS IMPACT ON
EMPLOYEE EFFICIENCY AT JAYPEE CEMENT PLANT
REWA (M.P.)

Dr. Usha Tiwari
Lecturer, APS University, Rewa (M.P.), India
Email : skandbt@gmail.com
4.
Menurut Danim (2004:48), semangat kerja adalah
kesepakatan batiniah yang muncul dari dalam diri seseorang atau sekelompok
orang untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan
atau kondisi mental individu atau kelompok yang mempengaruhi aktivitas
manusia organisasional
4.
The role of employee incentives on performance: a
survey of public hospitals in Kenya
Wallace Nyakundi Atambo
Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology, Kenya
atambowa@yahoo.com
Karanja Kabare
Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology, Kenya
Charles Munene
Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology, Kenya
Edward Nyaberi Mayogi
Jomo Kenyatta University of Agriculture and Technology, Kenya
5.
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaan dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2001: 105)
5.
THE IMPACT OF INCENTIVES ON
PRODUCTIVITY OF FIRMS IN GHANA: A
CASE STUDY OF GHANA AIRPORT
COMPANY LIMITED
Godson Ahiabor
Central University College, Tema, Ghana
E-mail: gkhiabor@yahoo.com
6.
Menurut (Mangkunegara, 2000:67) mengemukakan pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikannya.
6.
PENGARUH GAJI DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SERBA MULIA AUTO DI KABUPATEN KUTAI BARAT
Marianus Subianto

7.
Bernardin dan  Russel  (dalam  Ruky,  2002)  memberikan pengertian kinerja sebagai berikut : “performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during time period.  Prestasi atau kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi  pekerjaan  tertentu  atau kegiatan  selama  kurun  waktu  tertentu.

7
PENGARUH LINGKUNGAN DAN SEMANGAT
KERJA TERHADAP KINERJA PNS BALITSA
LEMBANG
Rina Dwi Handayani
AKPAR BSI BANDUNG,
rina.rdh@bsi.ac.id
8.


8
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.
SURACO JAYA ABADI MOTOR DI MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA
Haedar1, Muh. Ikbal2, Gunair3
1) Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Palopo
2,3)
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Palopo
9.


9
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN INSENTIF DENGAN
SEMANGAT KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS
SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

M. Lyana Nur Aeni



10
PENGARUH INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN
PT. PALU BATU MADU
Oleh :
Firza Umar Salim *)
                                                                 Landasan teori                           Penelitian terdahulu




GAP
Hal yang menarik untuk dibahas adalah  bahwa insentif diberikan dengan harapan dapat meningkatkan kinerja sekaligus  meingkatkan semangat kerja, kemudian dengan semangat kerja yang positif diharapkan dapat meningkatkan kinerja sehingga hal ini perlu dibuktikan melalui penelitian ini.
RUMUSAN MASALAH
Apakah ada pengaruh yang signifikan antara insentif terhadap kinerja karyawan secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel semangat kerja

DATA
Pendekatan Penelitian
Kuantitatif
Populasi/Sampel
Popoluasi 50 orang / jumlah sampel 32 orang menggunakan probability sampling dengan teknik random sampling sederhana
Obyek Penelitian
CV Perkasa Hasil Mulia Waru Sidoarjo
Jenis Data
Primer, skala likert
Unit Analisis
Karyawan CV perkasa Hasil Mulia
Teknik Analisis
Path Analysis (SPSS)

Senin, 28 Maret 2016

PT Mahaka Media Tbk (Mahaka Media)


PT Mahaka Media Tbk (Mahaka Media) dengan tagline “Beyond Media Creation”, merupakan perusahaan media multiplatform yang membuat, menjual, mengumpulkan dan mendistribusikan konten-konten komunitas melalui semua platform yang dibutuhkan konsumen. Sejalan dengan perkembangan usahanya, kini PT Mahaka Media Tbk telah menjadi induk perusahaan multimedia dengan total karyawan di seluruh unit usaha mencapai lebih dari 1.000 orang. Unit-unit usaha tersebut termasuk surat kabar, majalah, penerbit buku, televisi, radio, media luar ruang, serta media digital. Setiap unit bisnis tersebut berhasil membangun kekuatan dari masing-masing karakter produk, seperti Harian Republika Majalah Golf Digest Indonesia, Jak TV, serta Gen FM.

Sejarah

PT Mahaka Media Tbk (Perseroan) didirikan di Jakarta dengan nama PT Abdi Bangsa pada tanggal 28 November 1992 dengan Akta No. 229, kemudian diubah dengan Akta No. 157 tanggal 17 Desember 1992, yang keduanya dibuat di hadapan notaris Ny. S.P. Henny Shidki, S.H., di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. C2-10310.HT.01.01.TH.92 tanggal 19 Desember 1992 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 9/1993 tanggal 29 Januari 1993, tambahan No. 564/1993. Pada tanggal 4 Januari 1993, perseroan mendirikan Harian Republika, surat kabar pertama bagi komunitas muslim di Indonesia. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 4 Mei 2010, nama PT Abdi Bangsa Tbk berubah menjadi PT Mahaka Media Tbk dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan keputusan No. AHU-24811.AH.01.02 Tahun 2010, pada tanggal 17 Mei 2010.

Perubahan Nama

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 4 Mei 2010, nama PT Abdi Bangsa Tbk berubah menjadi PT Mahaka Media Tbk dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan keputusan No.AHU-24811.AH.01.02 Tahun 2010, pada tanggal 17 Mei 2010.

Visi mahaka media

  • Senantiasa berusaha memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan memahami kebutuhan dan minat mereka.
  • Karyawan merupakan sumber daya yang paling penting. Kami berharap setiap karyawan menjunjung nilai nilai kejujuran, integritas, kreativitas dan teamwork.
  • Menjaga reputasi dan nama baik perusahaan melalui produk dan pelayanan kami.
  • Para pemegang saham berhak mendapatkan keuntungan atas investasi mereka melalui apresiasi pasar dan deviden


Misi mahaka media

  • Mahaka media dikelola dengan nilai nilai KREATIF (Kredibilitas, Rasa tanggung jawab, Edukatif, Antusiasme, Teamwork, Inovatif, Fokus aktif)


Tujuan Mahaka media

  • membuat, menjual, mengumpulkan dan mendistribusikan konten-konten komunitas melalui semua platform yang dibutuhkan konsumen

Sasaran Mahaka Media

  • membangun kekuatan dari masing-masing karakter produk



Mengevaluasi Manajemen Strategi MAHAKA MEDIA

 Manajemen Strategis dapat diartikan sebagai sebuah seni dan ilmu untuk formulasi, implementasi dan evaluasi keputusan yang bersifat lintas fungsional yang digunakan sebagai panduan bagi sumber daya manusia, pemasaran, keuangan dan lain-lain agar dapat mencapai tujuannya.

Menurut David (2009) Manajemen Strategis sepadan dengan perencanaan strategis dimana dalam hal ini lebih banyak digunakan dalam dunia akademis sedangkan perencanaan strategis banyak digunakan dalam dunia bisnis.

 Disini Saya akan mengevaluasi strategi bisnis perusahaan ini dengan criteria rumelt, kalo dalam tataran manajemen strategis yang sering digunakan untuk mengevaluasi strategi bisnis perusahaan adalah dengan menggunakan empat criteria rumelt, bagaimanakah empat kriteria RUMELT ini ? 

Pertama, Kesesuaian (Consonance) yaitu strategi harus mencerminkan tanggapan yang adaptif terhadap lingkungan eksternal dan perubahan didalamnya.
 Kedua Keunggulan (Advantage), dimana strategi harus dapat memberikan kreasi dan memelihara persaingan yang menguntungkan dalam bisnis yang dipilih.
 Ketiga, Konsisten (Consistency) yaitu strategi harus ajeg dan konsisten dengan tujuan, kebijakan, dan taktik, dan
Keempat, Kelayakan (feasibility) yaitu strategi tidak boleh melemahkan sumberdaya yang tersedia dan tidak boleh menciptakan masalah-masalah yang tidak dapat dipecahkan.

 Jika sudah sesuai dengan strategi yang direncanakan dan tidak ada penyimpangan yang terjadi maka strategi tersebut masih dapat dilaksanankan, sedangkan jika hasil evaluasi yang ada menunjukan strategi yang digunakan tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan, maka harus segera dilakukan perbaikan dan pembenahan pada strategi yang ada dengan memperhatikan factor internal dan eksternal untuk mengeksekusi strategi yang ada.

Evaluasi dengan menggunakan criteria rumelt dari strategi perusahaan yang dilakukan PT Mahaka Media Tbk adalah sebagai berikut:

Pertama, dari sisi Kesesuaian (Consonance) strategi PT Mahaka Media sudah memenuhi syarat karena penetapan strategi tersebut diperuntukkan untuk menghadapi perubahan eksternal di era globalisasi yang sedang terjadi pada saat ini, bahkan dengan melihat konten informasi dari setiap media, semuanya telah dirancang oleh perusahaan dengan mencermati serangkaian trend, termasuk trend individu. Sebagai contoh, unit bisnis Broad Casting: JAK TV yang mengedepankan trend informasi Jakarta yang up to date, Alif TV tren yang dibawa adalah menyajikan program islami yang belakangan ini menjadi trend bangsa kita yang memang notabene beragama muslim. Gen FM, yang memerikan konten utama music hits local, fun, and young. Prambors Radio, trend dalam radio yang mengedepankan aspek konten untuk “Radio Kawula Muda”. Female Radio, focus pada tren dunia wanita. Dan Delta FM yang menjadi rujukan informasi bagi kaum professional sekaligus memutarkan lagu hits kesayangan pendengarnya.

Kedua Keunggulan (Advantage), Keunggulan disini menekankan kepada keunggulan kompetitif yang biasanya hasil dari keunggulan sumberdaya, keterampilan dan posisi. advantage strategi PT Mahaka Media sudah terpenuhi terlihat dari melalui terdapat kreasi dari strategi Perusahaan yaitu mengelompokan jenis dan aktivitas pengelolaan bisnis PT Mahaka Media menjadi 4 unit usaha bisnis (Publishing, Broadcasting, Out Of Home Media, dan New Media and Business Development) dan PT Mahaka Media, Tbk pun memiliki keuntungan dalam persaingan karena memiliki banyak unit bisnis yang telah dirancang sesuai proporsi kebutuhan konsumen dalam negeri dari berbagai lini unit bisnis yang konsumennya/pelanggannya telah tersegmentasi dengan jelas.

Ketiga, di bagian yang lain kami pun melihat strategi perusahaan sudah memenuhi criteria consistency strategi terlihat dengan strategi pengelompokan 4 unit bisnis yang dilandasi dengan 3 pedoman yang mendasari strategi yang telah berhasil diterapkan yaitu: Persoalan Manajerial, Keberhasilan Departmen, dan Kebijakan Organisasi. pemberdayaan unit bisnis ini pun memiliki konsistensi dalam memberikan konstribusi pendapatan dan manfaat yang optimal kepada PT Mahaka Media, Tbk.

Keempat, Kelayakan (feasibility). Kriteria ini oleh PT Mahaka Media Tbk sudah terpenuhi dapat dilihat dari pemberdayaan seluruh sector yang ada guna memberikan kontribusi dan manfaat yang optimal Perusahaan yang mengedepankan Unlimited Content Creation dan tidak menciptakan permasalahan-permasalahan yang tidak dapat dipecahkan dengan melihat pemberdayaan sector-sektor yang ada .

implementasi manajemen strategi MAHAKA MEDIA

 Menurut saya Evaluasi strategi yang sudah dihasilkan Perusahaan PT Mahaka Media sampai saat ini sudah berjalan dengan baik karena memang sudah memenuhi semua criteria rumelt yaitu consonance, consistency, advantage dan feasibility. Sehingga strategi bisnis dari perusahaan dapat didefiniskan sudah sesuai dengan strategi yang direncanakan dan tidak ada penyimpangan yang terjadi. jadi, sudah sejalan dengan visi dan misi perusahaan ini. Sekalipun sampai saat ini perusahaan telah sangat baik menerapkan evaluasi strategi yang terbukti dengan masih dapat dilaksanankannya strategi yang ada, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan untuk memberikan inovasi dan nilai tambah lain jika kebutuhan dari konsumen dan pelanggan berubah seiring dengan berjalannya waktu, dan pasti perusahaan harus lebih mengerti apa yang memang konsumen butuhkan.